Akupuntur (Bahasa Inggris: Acupuncture; Bahasa Latin: acus, “jarum” (kata benda), dan pungere, “tusuk” (kata kerja)) atau dalam Bahasa Mandarin standard, zhēn jiǔ (針灸 arti harfiah: jarum – moxibustion) adalah teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam “titik akupunktur” tubuh. Definisi serta karakterisasi titik-titik ini di-standardisasi-kan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di tubuh tiap manusia dipercaya terdapat lebih dari 400 titik akupuntur yang jika distimulasi akan merespons organ atau bagian tubuh tertentu dan menimbulkan efek terapeutik. Contohnya, ada 21 titik akupuntur yang dipercaya memengaruhi organ limpa, 19 yang berkaitan dengan usus kecil, 67 titik yang memengaruhi kerja kandung kemih, dan 9 titik akupuntur pada jantung.

Berikut beberapa penyakit yang dipercaya bisa diobati dengan akupuntur :

  1. Penyakit pencernaan seperti gastritis dan hyperacidity (asid dispepsia), kolik, sembelit, dan diare.
  1. Penyakit pernafasan seperti sinusitis, sakit tenggorokan, bronkitis, asma.
  1. Penyakit saraf dan otot seperti sakit kepala, kaku pada wajah, sakit leher, neuritis pada rusuk, kaku bahu, siku yang membesar seperti bola tenis, berbagai jenis radang otot atau tendinitis, rasa sakit di bagian bawah punggung, dan osteoartritis.
  1. Masalah saluran air kencing, haid, dan kesuburan.

Efek samping akupunktur pun terbilang ringan. Seseorang yang melakukan pengobatan akupunktur mungkin mengalami perubahan selera makan, kebiasaan tidur, kebiasaan buang air besar maupun kecil, hingga emosi. Namun, Anda tak perlu cemas sebab keberadaan efek samping menandakan akupunktur tengah bekerja. Sensasi rileks ataupun kebingungan ringan yang singkat wajar terjadi dan hanya berlangsung sementara.

Simpan

Simpan