Macam-macam metode terapi yang kami sediakan, diantaranya:

Herbal

Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan atau nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua jenis tanaman yang mengandung bahan atau zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal. Herbal kadang disebut juga sebagai tanaman obat, sehingga dalam perkembangannya dimasukkan sebagai salah satu bentuk pengobatan alternatif.

Obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami, sama seperti tubuh kita. Obat herbal murni diambil dari saripati tumbuhan atau hewan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis). Obat Herbal yang berasal dari tumbuhan (nabati) misalnya jahe, bawang putih, kurma, jintan hitam (Habbatussauda), dsb. Yang berasal dari hewan (hewani) diantaranya Teripang (Gamat), Madu, Propolis, minyak ikan hiu, dsb.

• Bekam

Bekam (Arab: الحجامة; al-hijamah) adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Bekam atau hijamah menurut bahasa berarti ‘menghisap’. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya.

Orang mesir kuno telah menulis metode pengobatan bekam ini dalam sebuah prasasti yaitu Prasasti Burdi. Prasasti Burdi adalah dokumen sejarah paling tua mengenai bekam. Orang Yunani kuno juga telah mengenal metode pengobatan ini.

Pengobatan bekam juga telah banyak digunakan oleh bangsa Arab di jaman Jahiliyah. Dan setelah kedatangan Islam, Rosulullah Saw mengakui manfaat bekam ini serta mempraktekkan dan menganjurkan penggunaannya.

Pengobatan dengan cara bekam sudah terkenal di Cina, India, Eropa dan Amerika sejak beberapa abad yag lalu. Metode pengobatan ini memiliki kedudukan sendiri dalam berbagai jurnal dan referensi ilmiah hingga pertengahan abad ke 19 M.

Eropa mengenal manfaat bekam melalui kekhalifahan Islam Andalusia di Spanyol. Saat itu para ilmuwan muslim serta karya tulis mereka menjadi acuan utama dalam ilmu kedokteran.

Ada dua jenis bekam yaitu basah dan kering. Bekam basah adalah bekam yang menyedot permukaan kulit dan dilakukan pengeluaran darah. Sedangkan bekam kering adalah jika hanya menyedot saja tanpa dilukai dan dikeluarkan darahnya.

Manfaat bekam bagi kesehatan:

1. Mengeluarkan darah kotor. Yaitu darah yang terkontaminasi racun dan darah yang statis. Dengan berbekam peredaran darah menjadi lancar kembali.

2. Memperbaiki fungsi organ tubuh. Bekam dapat memperbaiki fungsi organ tubuh yang terganggu. Yaitu dengan cara memperbaiki jaringan dan sel tubuh sehingga dapat kembali berfungsi dan sehat.

3. Menambah antibodi tubuh. Bekam membantu tubuh memproduksi zat antibodi yang mampu membunuh kuman penyakit yang merugikan.

Ketiga manfaat bekam tersebut : mengeluarkan darah kotor, memperbaiki fungsi organ tubuh, dan menambah antibody membuat bekam dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti : asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis, liver, ginjal, pengapuran dan lain lain.

Anjuran untuk berbekam

Sebagai sebuah ilmu, metode pengobatan bekam sesungguhnya bersifat universal. Namun Islam sangat menganjurkan metode pengobatan ini.

Sesuai sabda Nabi Muhammad Saw : “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah bekam”.

Dan sabda Nabi Saw yang lain : “Kesembuhan itu terdapat dalam tiga hal, yaitu minuman madu, sayatan alat bekam, dan kay dengan sundutan api. Tetapi aku melarang umatku berobat dengan kay”.

Nabi Muhammad SaW sendiri pernah dibekam di beberapa bagian tubuhnya seperti di pertengahan kepala, tengkuk, dua otot disamping leher, kedua pinggul, punggung telapak kaki dan lain-lain.

Waktu yang dianjurkan untuk berbekam

Menurut hari dan tanggal pelaksanaannya, dikenal beberapa waktu pengobatan bekam yang dianjurkan maupun yang tidak dianjurkan yaitu :

Hari Terbaik : Senin, Selasa dan Kamis; Baik : Hari Jumat, Sabtu dan Minggu; Tidak baik : Hari Rabu

Tanggal terbaik : pada setiap tanggal 17, 19, dan 21 bulan Hijriah

Orang yang tidak boleh dibekam

Karena kondisi dan alasan tertentu pengobatan bekam tidak boleh dilakukan pada orang-orang seperti berikut ini :

Anak –anak kurang dari 3 tahun dan orang yang sudah lanjut usia; penderita kelainan darah (hemofilia, kanker darah); kelainan pembuluh darah; anemia; penderita yang baru menjalani cuci darah karena gagal ginjal; penderita diabetes melitus dengan kadar gula 200 mg/dl; penderita hipertensi dengan tensi 180/110 mmHg; pasien yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah; wanita hamil pada tiga bulan pertama; wanita yang sedang menstruasi.

Bekam harus dilakukan oleh orang yang ahli. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bekam :

1. Hati – hatilah terhadap penderita HIV dan hepatitis B. sebaiknya penderita ini memiliki alat sendiri.

2. Sebaiknya jangan berbekam setelah beraktifitas berat.

3. Penggunaan jarum harus sekali pakai (untuk satu pasien saja).Ini untuk menghindari tertularnya penyakit dari pasien lain.

4. Berbekam sebaiknya tidak boleh lebih dari 7 titik.

5. Usahakan hindari terkena air pada daerah yang telah di bekam selama 3 jam setelah berbekam, kalau bisa sampai 6 jam, karena jika yang luka terus terkena air terasa perih dan dibadan jadi kurang enak rasanya.

6. Disarankan mandi air hangat setelah berbekam.

7. Berbekam hendaknya dilakukan sesama jenis kelamin. Maksudnya pria oleh pria, wanita oleh wanita (untuk menghindari fitnah).

8. Pengulangan bekam paling cepat 2 minggu, tapi sebaiknya 1 bulan sekali, untuk maintenance.

9. Cukupkan istirahat sebelum dan sesudah berbekam (± 30 menit).

• Akupuntur

Akupuntur (Bahasa Inggris: Acupuncture; Bahasa Latin: acus, “jarum” (kata benda), dan pungere, “tusuk” (kata kerja)) atau dalam Bahasa Mandarin standard, zhēn jiǔ (針灸 arti harfiah: jarum – moxibustion) adalah teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam “titik akupunktur” tubuh. Definisi serta karakterisasi titik-titik ini di-standardisasi-kan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di tubuh tiap manusia dipercaya terdapat lebih dari 400 titik akupuntur yang jika distimulasi akan merespons organ atau bagian tubuh tertentu dan menimbulkan efek terapeutik. Contohnya, ada 21 titik akupuntur yang dipercaya memengaruhi organ limpa, 19 yang berkaitan dengan usus kecil, 67 titik yang memengaruhi kerja kandung kemih, dan 9 titik akupuntur pada jantung.

• Accupressure

Teknik pengobatan alternatif yang melibatkan pemberian tekanan lembut namun bertenaga pada bagian tertentu pada tangan dan kaki (terkadang termasuk pergelangan tangan) yang berhubungan dengan bagian tubuh yang mungkin sakit atau merasa sakit.

Ada beberapa titik akupresur, namun titik yang umum digunakan antara lain LR-3 atau titik hati 3, titik ini berada bagian lunak di antara ibu jari kaki dan jari kedua pada kaki. Lalu, LI4 atau titik usus besar berada di jari tangan. Posisinya hampir sama dengan titik hati. Yaitu di bagian lunak antara jari telunjuk dan ibu jari. Titik berikutnya adalah SP-6 atau titik limpa 6. Titik ini berada sekitar tiga jari di atas tulang pergelangan kaki, tepatnya pada bagian lunak atau otot betis bagian bawah.

Akupresur dipercaya dapat membuat tubuh terasa lebih segar dan dapat membantu mengatasi kondisi kesehatan tertentu. Akupresur bekerja dengan membebaskan sumbatan energi dalam tubuh. Ketika salah satu meridian terhambat, maka akan terjadi ketidakseimbangan tubuh yang dapat menyebabkan penyakit. Proses akupresur yang menekan pada titik meridian tubuh dipercaya dapat mengatasi penyumbatan tersebut dan mengembalikan keseimbangan tubuh.

Selain itu, akupresur dipercaya dapat merangsang keluarnya hormon endorfin yang merupakan pereda nyeri alami, meningkatkan sirkulasi dalam tubuh, dan meredakan ketegangan pada otot.

• Pijat Refleksi

Terapi pijat yang dilakukan pada titik-titik tertentu pada tubuh manusia(telapak kaki, belakang telinga), bisa menggunakan alat-alat khusus yang terbuat dari plastik, kayu, karet hingga tusuk jarum. Pijat ini harus dilakukan oleh praktisi yang sudah mempelajari dan sangat mengerti tentang syaraf manusia. Beberapa manfaat refleksi termasuk untuk merangsang fungsi saraf, meningkatkan energi, meningkatkan sirkulasi darah, merelaksasi, menghilangkan racun, merangsang sistem saraf pusat, mencegah migrain, membersihkan kondisi saluran kemih, mempercepat pemulihan setelah cedera atau pembedahan, membantu meringankan gangguan tidur, mengurangi depresi, dan mengurangi rasa sakit.